Karnaval Budaya Tegalgede 2025 Jadi Momen Perpisahan Lurah Abdul Khamil, Berjalan Bersama Lurah Baru Shierley Aisyah
- Sep 12, 2025
- ARIEF
- INFO KEGIATAN, INFO PARIWISATA
KIM Tegalgede - Suasana penuh warna dan haru menyelimuti Karnaval Budaya Tegalgede 2025 yang digelar pada Minggu, 7 September 2025. Acara tahunan ini menjadi sangat istimewa karena sekaligus menjadi momen perpisahan Lurah Tegalgede Abdul Khamil setelah 3 tahun mengabdi, sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan kepada lurah baru, Shierley Aisyah.
Karnaval dimulai dari halaman The Tawangmangu Resto & Café menuju Kelurahan Tegalgede, lalu berakhir di Bundaran Mastrip sebagai garis finish. Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval, menyambut setiap penampilan defile yang hadir dengan penuh antusias.
Momen Perpisahan yang Berkesan
Abdul Khamil, yang selama tiga tahun terakhir dikenal dekat dengan warga, tampil sederhana namun penuh wibawa. Didampingi oleh Shierley Aisyah dan jajaran SuperTeam Tegalgede, ia berjalan menyusuri rute karnaval sambil melambaikan tangan dan menyapa masyarakat yang berdiri di tepi jalan.
Bagi warga Tegalgede, momen ini terasa emosional. Kehadiran Abdul Khamil tidak hanya sebagai lurah, tetapi juga sebagai sosok yang membaur dalam berbagai kegiatan masyarakat. Karnaval budaya tahun ini pun menjadi panggung terakhirnya berjalan bersama masyarakat sebagai lurah aktif.
“Ini adalah kenangan yang akan selalu saya bawa. Tiga tahun bersama warga Tegalgede adalah pengalaman yang luar biasa. Semoga Bu Shierley bisa melanjutkan dengan lebih baik lagi,” ujar Abdul Khamil dalam sambutannya sebelum karnaval dimulai.
Lurah Baru Turun Langsung
Sementara itu, Lurah Tegalgede yang baru, Shierley Aisyah, juga ikut berjalan bersama masyarakat dan panitia. Langkahnya berdampingan dengan Abdul Khamil menjadi simbol transisi kepemimpinan yang penuh kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Shierley menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari warga serta apresiasi tinggi terhadap pengabdian Abdul Khamil.
“Karnaval ini bukan hanya perayaan budaya, tapi juga bukti kekompakan warga Tegalgede. Saya berharap ke depan kegiatan ini bisa terus menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus mempererat tali persaudaraan,” ungkap Shierley.
Lebih dari 20 Defile, Hadirkan Kreativitas Maksimal
Karnaval Budaya Tegalgede 2025 menghadirkan lebih dari 20 defile dari berbagai unsur masyarakat, sekolah, komunitas, hingga kelompok seni lokal. Setiap peserta tampil dengan busana, musik, dan atraksi terbaik mereka.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran dua patung raksasa berbentuk burung yang digunakan dalam teatrikal. Patung setinggi beberapa meter itu dibawa dengan penuh semangat, mencuri perhatian penonton sepanjang jalan.
Tidak hanya itu, masing-masing defile menampilkan kreativitas dalam mengangkat tema budaya nusantara maupun kreasi modern. Ada yang mengenakan kostum tradisional, ada pula yang memadukan unsur seni kontemporer dengan pertunjukan teatrikal, menjadikan karnaval ini benar-benar meriah.
Antusiasme Warga
Sejak pagi, warga Tegalgede sudah memadati rute karnaval. Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam kemeriahan. Sorak-sorai terdengar ketika defile melintas, menambah semarak suasana.
Bagi sebagian warga, karnaval ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarana melepas rindu dengan kearifan lokal yang dikemas dalam nuansa kebersamaan. “Setiap tahun saya selalu menunggu karnaval ini. Tahun ini lebih istimewa karena ada momen perpisahan Pak Lurah. Semoga ke depan tetap semarak,” ujar Rini, salah satu warga yang hadir di lokasi.
SuperTeam Tegalgede Jadi Motor Penggerak
Suksesnya penyelenggaraan karnaval tidak lepas dari kerja keras SuperTeam Tegalgede dan panitia yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Persiapan berbulan-bulan akhirnya terbayar dengan terselenggaranya acara yang rapi, meriah, dan berjalan lancar.
Ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, warga, dan pihak yang mendukung. “Karnaval Budaya Tegalgede tahun ini spesial karena menjadi momentum pergantian lurah. Kami ingin memberikan yang terbaik sebagai persembahan untuk warga sekaligus penghormatan kepada Pak Abdul Khamil,” ujarnya.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Bagi Abdul Khamil, tiga tahun pengabdian di Tegalgede ditutup dengan catatan indah. Berjalan bersama warga dalam karnaval budaya yang penuh warna. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi simbol pemimpin yang membaur, sementara langkahnya bersama lurah baru menandai harapan baru bagi Tegalgede.
Karnaval Budaya Tegalgede 2025 bukan sekadar perayaan seni dan budaya, melainkan juga sebuah kisah tentang kepemimpinan, kebersamaan, dan harapan masa depan. Dengan semangat baru, warga Tegalgede optimistis di bawah kepemimpinan Shierley Aisyah, tradisi ini akan terus hidup dan semakin berkembang.