KIM Tegalgede Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah Lewat Sabtu Kreatif KIM Jember
- Jun 28, 2026
- ARIEF
- INFO UMUM, INFO PENDIDIKAN
KIM Tegalgede - Komitmen membangun pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat oleh KIM Info Reng Tegalgede. Meski telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan tabungan sampah digital serta pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot, KIM Tegalgede tetap aktif mengikuti kegiatan Sabtu Kreatif KIM Jember sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan menyerap berbagai inovasi baru.
Dalam kegiatan bertema "Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Jember Lor, Sebuah Arah Gerakan dan Praktik Awal" tersebut, KIM Tegalgede diwakili oleh P. Wawan selaku Ketua KIM Tegalgede, didampingi Solikin dari Bidang Organisasi dan Peningkatan SDM serta Baskoro dari Bidang Pelayanan dan Diseminasi Informasi.
Forum yang menghadirkan KIM Swara Jelo, Diskominfo Kabupaten Jember, dan berbagai komunitas ini menjadi wadah bertukar praktik baik dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Berbagai inovasi diperkenalkan, mulai dari teknologi pirolisis, pemanfaatan sabut kelapa menjadi briket, Komposter Dua Tumpuk 20 Liter, hingga pemanfaatan mikroba lokal Sumber Urub 1.0 JUVC sebagai pengurai sampah organik rumah tangga.
Bagi KIM Tegalgede, sebagian besar konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat bukanlah hal baru. Selama ini, KIM Tegalgede telah mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah yang mengintegrasikan pemilahan dari rumah tangga, tabungan sampah digital untuk sampah anorganik, serta pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai bagian dari ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Meski demikian, Ketua KIM Tegalgede, P. Wawan, menilai setiap daerah memiliki pendekatan dan inovasi yang layak dipelajari.
"Sabtu Kreatif menjadi ruang yang sangat baik untuk saling belajar. Kami melihat bagaimana KIM Swara Jelo mengembangkan komposter rumah tangga dan mikroba lokal sebagai solusi yang sesuai dengan karakter wilayah mereka. Bagi kami, ini bukan sekadar belajar dari nol, tetapi memperkaya referensi sehingga praktik baik di setiap KIM dapat saling melengkapi dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Hal senada disampaikan Solikin yang melihat forum ini sebagai media peningkatan kapasitas sumber daya manusia antar-KIM. Sementara itu, Baskoro menilai berbagai inovasi yang dipaparkan dapat menjadi materi edukasi yang menarik untuk didiseminasikan kepada masyarakat sebagai alternatif pengelolaan sampah organik, berdampingan dengan sistem yang telah diterapkan di Tegalgede.
Keikutsertaan KIM Tegalgede dalam Sabtu Kreatif menunjukkan bahwa inovasi lahir dari semangat untuk terus belajar dan berkolaborasi. Bukan sekadar berbagi pengalaman, forum ini juga memperkuat sinergi antarkomunitas dalam membangun gerakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, Diskominfo Kabupaten Jember, dan jaringan KIM se-Kabupaten Jember, KIM Info Reng Tegalgede optimistis semakin banyak praktik baik yang dapat direplikasi. Dengan saling bertukar inovasi, mulai dari komposter rumah tangga, bank sampah digital, hingga budidaya maggot, setiap KIM dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Jember Zero Waste 2026 melalui aksi nyata dari lingkungan masing-masing.