Apresiasi untuk Penjaga Akhlak Generasi: 53 Guru Ngaji Tegalgede Dapat Insentif di Ramadhan 2026

  • Mar 12, 2026
  • ARIEF
  • INFO KELURAHAN, INFO SEDULUR TEGALGEDE

KIMTegalgede - Di tengah suasana khusyuk bulan suci Ramadhan 2026, perhatian pemerintah terhadap para penjaga akhlak generasi muda kembali terlihat. Sebanyak 53 guru ngaji di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember menerima insentif sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membina pendidikan agama di lingkungan masyarakat.

Penyaluran insentif tersebut berlangsung di Pendopo Kelurahan Tegalgede pada Selasa, 10 Maret 2026. Masing-masing guru ngaji menerima insentif sebesar Rp1.500.000 yang disalurkan melalui kerja sama dengan Bank Jatim. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, Kasi PMKS Kelurahan Tegalgede Suliman, S.Sos, serta para petugas Bank Jatim yang membantu proses administrasi pencairan.

Momentum ini menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya, di balik kesederhanaan para guru ngaji yang setiap hari membimbing anak-anak membaca Al-Qur’an, tersimpan peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Dalam sambutannya, Lurah Tegalgede Shierley Aisyah menyampaikan rasa terima kasih serta penghargaan yang tulus kepada para guru ngaji. Ia menilai bahwa pengabdian mereka selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga nilai moral dan spiritual masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

“Bapak dan ibu guru ngaji memiliki peran yang sangat mulia, karena telah meluangkan waktu, tenaga, dan ilmu untuk mendidik anak-anak kita agar memiliki akhlak yang baik dan memahami ajaran agama. Peran ini sangat penting dalam membangun generasi muda yang berakhlak dan berkarakter,” ujar Shierley di hadapan para penerima insentif.

Menurutnya, keberadaan guru ngaji tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, serta akhlak mulia bagi generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian melalui pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang telah mereka berikan selama ini.

“Kami sangat mengapresiasi pengabdian bapak dan ibu yang telah mengawal putra-putri bangsa dalam menjaga akhlak generasi muda di Tegalgede. Semoga apa yang telah bapak ibu berikan kepada anak-anak kita menjadi amal kebaikan dan mendapat pahala dari Allah SWT,” tambahnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Lurah Tegalgede juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Ia menjelaskan bahwa salah satu sumber pembiayaan insentif tersebut berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

“Insentif yang bapak ibu terima hari ini juga berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh warga untuk taat membayar pajak, karena manfaatnya juga kembali kepada masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama Shierley juga menyampaikan informasi mengenai program Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember yang akrab disapa Gus Bupati.

Melalui program tersebut, masyarakat Jember kini tidak perlu lagi khawatir mengenai biaya pengobatan. Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan cukup datang ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dengan membawa KTP, sehingga dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis.

“Dengan adanya program UHC, warga Jember tidak perlu khawatir lagi memikirkan biaya berobat. Jika ada warga yang sakit dan membutuhkan layanan kesehatan, cukup datang ke puskesmas dengan membawa KTP saja, maka pelayanan kesehatan bisa didapatkan secara gratis,” pungkasnya.

Penyaluran insentif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para guru ngaji untuk terus berperan aktif dalam membina generasi muda serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa peran guru ngaji tidak hanya penting, tetapi juga sangat berarti dalam menjaga masa depan generasi bangsa.