Webinar Cerdig Bahas Manajemen Komunikasi Publik, KIM Tegalgede Suarakan Isu Strategis

  • Aug 10, 2025
  • ARIEF
  • INFO KEGIATAN

KIM Tegalgede – Kominfo Provinsi Jawa Timur kembali menggelar webinar Cerdas Digital (Cerdig) Batch7 dengan topik “Manajemen Komunikasi Publik” pada Jumat, 8 Agustus 2025. Acara ini berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota/Kabupaten se-Jawa Timur yang membidangi urusan komunikasi publik, serta perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dari berbagai daerah.

Webinar yang menjadi rangkaian program literasi digital Kominfo Jawa Timur ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam terkait strategi komunikasi publik di era digital. Salah satu fokus utama dalam pertemuan daring kali ini adalah membahas peran KIM dalam produksi konten positif dan digital branding desa/kelurahan.

 

KIM sebagai Garda Depan Literasi Digital

Dalam paparannya, narasumber menyampaikan bahwa keberadaan KIM di tingkat desa dan kelurahan menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. KIM diharapkan mampu melahirkan konten-konten positif, kreatif, dan produktif yang dapat mengimbangi derasnya arus informasi di media sosial.

Selain itu, digital branding desa dan kelurahan juga menjadi isu strategis. Branding berbasis konten lokal dinilai mampu meningkatkan daya tarik suatu wilayah, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. Oleh karena itu, Kominfo Jatim menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan KIM untuk menciptakan strategi komunikasi publik yang lebih terarah dan efektif.

 

Pertanyaan Kritis dari Peserta

Interaksi peserta menjadi salah satu momen menarik dalam webinar kali ini. Perwakilan KIM dari Kota Malang, misalnya, mempertanyakan sejauh mana perhatian Kominfo Jawa Timur terhadap keberadaan KIM yang aktif di seluruh daerah. Menurutnya, apresiasi dan pendampingan yang lebih konkret sangat dibutuhkan agar KIM semakin produktif dan tidak kehilangan semangat.

Sementara itu, Arief Nur Hartanto, S.S., yang mewakili KIM Tegalgede, Jember, turut menyampaikan unek-uneknya. Ia menyoroti soal keberadaan website resmi KIM dengan domain kim.id yang sulit ditemukan di hasil pencarian Google.

“Percuma rasanya kita rutin meng-update website berita kalau tidak muncul di mesin pencarian Google. Padahal keberadaan website ini menjadi salah satu etalase utama publikasi informasi dari KIM,” tegas Arief dalam forum tersebut.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena menyentuh aspek teknis yang memang sering menjadi tantangan KIM, yakni keterjangkauan konten mereka di ranah digital.

 

Kolaborasi Strategis Ditekankan

Dari sisi pemerintah daerah, Ilham Junaidi Hajir, S.Kom., perwakilan dari Dinas Kominfo Jember, menambahkan gagasan penting. Ia menekankan perlunya memperkuat kolaborasi strategis dalam upaya pengembangan literasi digital masyarakat.

Menurut Ilham, sinergi antara Kominfo Jawa Timur, Komdigi, dan KIM perlu diwujudkan dalam bentuk rencana kerja konkret. Salah satunya adalah melalui inisiasi kerja sama berbasis prestasi KIM, di mana kelompok yang aktif dan berkontribusi dapat menjadi pilot project pengembangan literasi digital di daerah masing-masing.

“Dengan adanya kerja sama yang nyata, kita bisa menciptakan ekosistem digital yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Harapannya, ini juga menjadi angin segar dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia digital yang berdaya saing tinggi di Indonesia,” ujar Ilham.

 

Harapan untuk Masa Depan Digital Jawa Timur

Webinar Cerdig Batch 7 ini diakhiri dengan penegasan bahwa pemberdayaan KIM akan terus menjadi prioritas. Melalui forum-forum seperti ini, Kominfo Jatim berkomitmen memberikan ruang dialog, aspirasi, dan inovasi dari masyarakat.

Dengan fokus pada peningkatan literasi digital, diharapkan masyarakat semakin kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah terjebak dalam kabar bohong (hoaks), serta semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pembangunan daerah.

Lebih jauh, keterlibatan aktif KIM juga diyakini mampu memperkuat identitas lokal desa dan kelurahan melalui digital branding. Hal ini tentu sejalan dengan semangat Jawa Timur yang ingin mencetak masyarakat digital cerdas, inklusif, dan mandiri.

 

Penutup

Webinar Cerdig Kominfo Jatim Batch 7 bukan hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga forum aspirasi bagi KIM dan OPD di Jawa Timur. Kehadiran berbagai masukan dari peserta, mulai dari isu teknis SEO hingga strategi kolaborasi, menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran akan pentingnya komunikasi publik di era digital.

Dengan adanya keberlanjutan program ini, masyarakat Jawa Timur, khususnya para pelaku KIM, diharapkan semakin berdaya dalam menghadapi tantangan digital sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui informasi yang sehat, positif, dan berkualitas.