Cerita dari Tepi Bedadung
- Aug 14, 2023
- ARIEF
- INFO SEDULUR TEGALGEDE
Abdul Muin. Beliau adalah mantan ketua RW 04 kelurahan Tegalgede. Di usianya yang sudah tidak muda, beliau mendedikasikan dirinya untuk merawat daerah aliran sungai (DAS). Menanam pohon di pinggir sungai. Mencegah longsor dan mengembalikan fungsi DAS. Menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen, dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada satu titik (outlet).
Memasuki Usia Senja
Dari sisi usia, Abdul Muin sudah memasuki usia pensiun. Beliau adalah warga RT 02 RW 04 kampung baru, kelurahan Tegalgede, kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Bagi beliau, menghabiskan masa pensiun dengan bersantai bukanlah pilihan. Merawat sungai dengan menanam pohon adalah cara beliau untuk bisa menikmati hidup. Karena ketika berada di sungai, Muin merasa tenang. Membangkitkan memori saat masa kecil. Bisa bermain di sungai saat air masih jernih.
“(sungai) Bedadung yang sekarang sudah tidak seperti dulu.”
Sekarang sungai Bedadung sudah banyak sampah. Tidak jernih. Anak-anak sudah enggan main di sungai. Semakin padat pemukiman di sepanjang daerah sungai Bedadung tidak dibarengi dengan kesadaran mengelola kelestarian lingkungannya. Akibatnya mempengaruhi fungsi dan keseimbangan lingkungan. Abdul Muin, menanam pohon. Mencoba menyeimbangkan lagi fungsi daerah aliran sungai. Satu demi satu beliau tanam dan rawat.
Bendo, Asem, dan Beringin
Abdul Muin menanam pohon di sepanjang sungai Bedadung. Mulai dari sekitar jembatan Nuris, Antirogo sampai jembatan Gladak Kembar. Adapun jenis tanaman yang beliau pilih adalah pohon bendo, asem, alpukat dan beringin. Sebagian bibitnya diambil dari daerah lain. Tidak beli. Mengambil dari alam dengan sistem stek. Dengan begitu tenaman akan lebih cepat besar.
Keempat tanaman tersebut dipilih juga karena kebandelannya. Tidak mudah mati dan umurnya panjang. Contohnya Bendo atau artocarpus elasticus. Tanaman ini bisa mencapai ketinggian 45 meter yang berakar tunggang. Selain berfungsi sebagai penahan erosi, tenaman-tanaman ini diharapkan bisa mengundang fauna asli DAS.