Agus Khoironi Tinjau Kebun Gizi Tegalgede, Apresiasi Pengembangan Ternak Maggot

  • Aug 19, 2025
  • ARIEF
  • INFO KELURAHAN

KIM Tegalgede – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Komisi B, H. Agus Khoironi, S.Si., melakukan visitasi ke Kebun Gizi Kelurahan Tegalgede pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kunjungan ini tidak hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk perhatian beliau terhadap perkembangan inovasi masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal, khususnya pada program ternak maggot yang sedang dikembangkan di kelurahan Tegalgede. "Jika ternak dengan tujuan ekonomis pada umumnya sudah biasa, maggot di tempat ini tujuannya adalah untuk mengurangi sampah di setiap rumah. Ini yang luar biasa." ujar Agus Khoironi.

 

Dalam kunjungan itu, Agus Khoironi hadir bersama timnya dan disambut hangat oleh Lurah Tegalgede, Abdul Kamil, S.Si., S.Sos., MM., N.Lp., serta Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 (SMAMGA) Jember, Sony Bakhtiar, SE. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menggerakkan program ketahanan pangan dan lingkungan.

Apresiasi untuk Ternak Maggot.

 

Agus Khoironi mengungkapkan rasa kagumnya atas inisiatif warga Tegalgede dalam mengembangkan budidaya maggot. Menurutnya, maggot tidak hanya bermanfaat sebagai pakan ternak yang murah dan ramah lingkungan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi persoalan sampah organik rumah tangga.

 

“Saya melihat sendiri bagaimana maggot ini dikelola dengan baik. Program seperti ini harus terus mendapat dukungan, karena selain membantu ketahanan pangan, juga berkontribusi pada kebersihan lingkungan. Harapan saya, kebun gizi Tegalgede bisa menjadi percontohan di wilayah lain,” ujarnya.

 

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pengembangan maggot berpotensi besar untuk mendukung UMKM di bidang peternakan. Jika dikelola dengan serius, hasilnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Tegalgede, tetapi juga bisa meningkatkan perekonomian warga Jember secara lebih luas.

 

Sinergi dengan Dunia Pendidikan

Kepala Sekolah SMAMGA Jember, Sony Bakhtiar, turut mendampingi dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa kebun gizi sekaligus ternak maggot dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual bagi para siswa. Melalui keterlibatan langsung, para pelajar dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan, mengolah sampah, hingga memanfaatkan maggot untuk mendukung kemandirian pangan.

“Ini adalah kesempatan emas bagi sekolah untuk memperkenalkan siswa pada inovasi lingkungan yang nyata. Dengan belajar langsung dari lapangan, siswa bisa mengasah kepedulian sosial sekaligus keterampilan hidup,” terang Sony.

 

Sementara itu, Lurah Tegalgede, Abdul Kamil, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan dukungan dari DPRD Jember. Menurutnya, program kebun gizi dan budidaya maggot tidak akan berhasil tanpa kolaborasi berbagai pihak. “Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan. Dengan adanya perhatian dari DPRD, masyarakat semakin semangat untuk mengembangkan potensi lokal,” ungkapnya.

 

KIM Tegalgede Gelar Podcast Bersama

Menariknya, dalam kesempatan yang sama, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tegalgede juga berkesempatan melakukan sesi podcast bersama Agus Khoironi. Dalam obrolan santai tersebut, banyak hal yang dibahas, mulai dari potensi pengembangan maggot, pentingnya literasi lingkungan, hingga peran anak muda dalam menggerakkan inovasi desa.

 

Podcast ini menjadi ruang dialog yang hangat antara masyarakat dan wakil rakyat. Agus Khoironi menegaskan bahwa komunikasi dua arah sangat penting agar aspirasi warga dapat tersampaikan dengan baik. “KIM Tegalgede punya peran penting dalam menyebarkan informasi positif. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ucapnya.

 

Harapan ke Depan

Kunjungan Agus Khoironi ke Kebun Gizi Tegalgede menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat gotong royong warga. Program ternak maggot bukan sekadar solusi praktis untuk mengelola sampah rumahan, tetapi juga jalan menuju ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan.

 

Dengan dukungan DPRD, lurah, sekolah, dan kelompok masyarakat, diharapkan inovasi ini dapat terus berkembang dan menginspirasi wilayah lain. Tegalgede kini perlahan menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, asal dikelola dengan komitmen bersama.